Mengapa telur setengah matang tidak baik untuk dikonsumsi?

Seringkali orang-orang beranggapan mengkonsumsi telur setengah matang itu menyehatkan karena mengandung protein tinggi atau dengan mencampur telur mentah  bersama  minuman jamu dapat menambah kesegaran pada tubuh. Benarkah demikian ? atau malah bisa menjadi bumerang bagi kita ?

Memang, telur memiliki kandungan gizi yang baik dan hampir sempurna, sebab merupakan persediaan pangan selama embrio mengalami perkembangan di dalam telur, tanpa makanan tambahan dari luar. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12% serta vitamin dan mineral. Protein telur yang dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh (nilai biologis) mencapai 96 %. Telur merupakan sumber protein terbaik karena mengandung semua unsur asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Asam amino ini sangat dibutuhkan oleh manusia, karena tidak dapat dibentuk sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari makanan. Kandungan gizi sebutir telur ayam dengan berat 100 g terdiri dari protein 12,8 g, karbohidrat 0,7 g, lemak 11,5 g, vitamin dan mineral.

Di balik penampilan kulit yang tampak mulus, telur ternyata mudah rusak akibat bakteri, antara lain oleh bakteri salmonella sp. Genus Salmonella termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, adalah bakteri gram negatif berbentuk batang langsing (0.7– 1.5×2-5 μm), fakultatif anaerobik, oxidase negatif, dan katalase positif. Ini merupakan alasan utama, mengapa telur mentah atau setengah matang tidak baik untuk dikonsumsi, karena pada telur terdapat bakteri Salmonella sp.

Telur memiliki komposisi zat gizi yang baik sehingga merupakan media yang baik bagi pertumbuhan bakteri itu sendiri. Kerusakan telur oleh bakteri terjadi karena bakteri masuk ke dalam telur sejak telur berada di dalam maupun telur sudah berada di luar tubuh induknya. Kerusakan telur oleh bakteri sejak berada di dalam tubuh induknya terjadi misalnya induk menderita Salmonellosis sehingga telur mengandung bakteri Salmonella sp. Sedangkan masuknya bakteri ke dalam telur setelah telur berada di luar tubuh induknya misalnya berasal  dari kotoran yang menempel pada kulit telur. Kotoran tersebut diantaranya adalah tinja, tanah atau suatu bahan yang banyak mengandung bakteri perusak. Bakteri ini masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak atau menembus kulit ketika lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur telah rusak dan lubang-lubang kecil yang terdapat pada permukaan telur yang disebut pori-pori. Kerusakan pada telur umumnya disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui kulit yang retak atau menembus kulit ketika lapisan tipis protein yang menutupi kulit telur telah rusak.

Dampak dari keracunan bakteri ini adalah diare disertai pusing, demam atau sakit perut. Gejala keracunan salmonella pada manusia biasanya baru terdeteksi setelah 5 sampai 36 jam. Keracunan salmonella diawali dengan sakit perut dan diare yang disertai juga dengan panas badan yang tinggi, perasaan mual, muntah, pusing-pusing dan dehidrasi. Hal ini lebih berbahaya lagi bagi anak-anak atau orang tua yang daya tahan tubuhnya lemah.

Untuk mencegah salmonella, sebaiknya jangan mengkonsumsi telur dalam keadaan mentah atau setengah matang. Proses pemasakan adalah cara yang tepat untuk mencegah salmonella. Pemanasan yang disarankan untuk membunuh Salmonella di dalam makanan umumnya adalah selama paling sedikit 12 menit pada suhu 66°C atau 78-83 menit pada suhu 60°C. Jangan ragu untuk memasak telur sampai matang, karena protein di dalam telur akan terdenaturasi. Denaturasi protein adalah perubahan struktur sekunder, tersier dan kuartener tanpa mengubah struktur primernya (tanpa memotong ikatan peptida). Terjadinya denaturasi protein ini akan meningkatkan daya cerna pada protein tersebut. Denaturasi ini berfungsi :
-Denaturasi panas pada inhibitor tripsin dalam legum dapat meningkatkan tingkat
ketercernaan dan ketersediaan biologis protein legum.
– Protein yang terdenaturasi sebagian lebih mudah dicerna, sifat pembentuk buih dan
emulsi lebih baik daripada protein asli.
– Denaturasi oleh panas merupakan prasyarat pembuatan gel protein yang dipicu panas.
Sumber :
About these ads

65 responses to this post.

  1. Telur 1/2 mentah, bagaimana?

  2. @educationalmicrobiology ya, menurut saya itu sama saja mungkin ya bu. hee
    bahasan itu mengarah pada ketidaksempurnaan memasak telur bu, yang hanya setengah”. bisa setengah matang bisa setengah mentah. itu sama saja bu. hee

  3. Posted by Anonymous on Mei 25, 2012 at 8:47 pm

    Menurut sumber yang saya baca, bahwa bahwa baik telur mentah, setengah matang dan telur matang nilai gizinya sama saja. Tetapi, saya setuju bahwa pada telur yang kotor sering kali terdapat bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadia adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).

    Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 o C atau 6,2 menit pada suhu 55,50 o C untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 o C untuk telur utuh (campuran putih telur dan kuning telur).
    Maka sebaiknya mengkonsumsi telur jangan dalam keadaan mentah.
    Sumber: http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  4. Maaf yang atas adalah comment (TUTI KHOIRIAH), ada kesalahan teknis sehingga comment yang ya di atas tidak ada namnya.. terima kasih^_^

  5. @tuti khoiriah menambahkan saja, memang kandungan gizinya sama yang berbeda hanya bentuk protein yang sudah terdenaturasi ketika proses pemanasan. jadi,mulai sekarang, biasakan mengkonsumsi telur dengan proses pematangan sempurna. terima kasih ukhty tuti atas tambahan informasinya ^_^

  6. saya setuju dengan artikel di atas memang telur mentah yang langsung terpapar oleh suhu ruangan mudah rusak dengan terkontaminasinya bakteri salmonella tetapi bisa di tinjau lagi itukan ketika didiamkan beberapa saat di udara , menurut sumber yang saya dapat setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. Tetapi bila telur segar atau makanan yang mengandung telur mentah dibiarkan pada suhu ruang dalam beberapa hari, barulah bakteri ini dapat berkembang dan membahayakan tubuh manusia. Oleh karena itu sebaiknya hindari konsumsi telur dalam keadaan mentah. selain kontaminasi oleh bakteri ada resiko lain yaitu ada beberapa orang yang tidak tahan dengan protein-protein tertentu. Telur misalnya, Lysozyne yang ada pada protein telur menyebabkan alergi, terutama dalam keadaan mentah dapat menjadi antigen bagi tubuh. Zat Avidin juga beracun tetapi melemah dalam keadaan matang. seperti contohnya sahabat kita iyus .

    sumber : http://www.smallcrab.com/kesehatan/700-resiko-bahaya-konsumsi-telur-mentah

    by: ratna maruti 1110016100028

  7. Saya setuju terhadap artikel yang anda buat. Karena menurut penelitian dan beberapa pakar kesehatan, dalam telur unggas yang mentah terdapat banyak bakteri jenis salmonella yang diduga masuk melalui kulit telur yang retak, pecah atau lembab akibat kebersihan telur yang tidak dijaga. Namun ternyata, didalam telur mentah yang bersih pun masih ada bakteri salmonellanya, nama bakterinya adalah salmonella enteridis. Bakteri tersebut mengkontaminasi telur didalam ovarium sebelum kulit terbentuk. Info ini saya dapat dari

    http://intisari-online.com/read/telur-sumber-protein-sumber-salmonella

    Namun, saya masih bingung dengan kebiasaan ayah saya yang sering meminum jamu yang terbuat dari susu telur madu jahe (STMJ). Bukannya sakit yang beliau dapat tapi justru kebugaran. Bagaimana tanggapan anda?

  8. Terima kasih saudari ditya yang sudah setuju dengan artikel saya.
    oke, dalam susu telur madu jahe (STMJ). bukannya sakit yang beliau dapat tapi justru vitalitas.
    didalam STMJ disitu terdapat kandungan susu, madu, jahe dan menggunakan telur mentah. menurut saya, karena adanya kandungan madu terdapat kandungan vitamin C-nya yang tinggi, membuat madu memiliki daya antiseptik atau mengandung antioksidan dan zat anti bakteri. karena adanya kandungan tersebut, mungkin bakteri dalam telur tersebut bisa dicegah.

    http://blog.unsri.ac.id/download2/37668.pdf

    begitupula pada jahe yang mengandung Zingeron yang memiliki aktivitas sebagaiantioksidan yang berguna bagi kehidupan manusia. jelas saja pada kasus STMJ bisa mengakibatkan kebugaran.
    http://www.scribd.com/doc/94848689/JAHE
    tapi tetap waspada ya ditya,hee

  9. Terima kasih ukhty ratna maruti, memang benar kalau setiap telur segar belum tentu mengandung Salmonella. tapi untuk menghindari keracunan akibat bakteri Salmonella, alergi protein telur dan mengurangi zat Avidin yang beracun. Alangkah baiknya, mengkonsumsi telur yang matang dengan sempurna yang membawa banyak manfaat ^_^

  10. sama2 ukhti, iiya juga benar yang diakatakan aida sama dengan apa yang dikatakan imam syafi’i yang mengatakan ketika ada pilihan yang meragukan dan tidak jelas tinggalkanlah.. tetapi kalo untuk kebutuhan jamu itu gimana da ‘ pake telur mateng gimana caranya ?? hhihi

  11. saya tertarik dgn artikel anda, bagus sekali untuk menambah wawasan saya, benar bahwa telur mentah yang langsung terpapar oleh suhu ruangan mudah rusak dengan terkontaminasinya bakteri salmonella tetapi bisa di tinjau lagi itukan ketika didiamkan beberapa saat di udara , namun tidak semua telur setengah matang/pun telur yg segar mengandung Salmonella, karna menurut sumber yg saya baca bahwa telur setengah matang juga banyak memiliki manfaat, bahkan ada juga yg mengatakan baik untuk di konsumsi, bakteri Salmonella itu di akibatkan juga dr kotoran telur ayam td,,http://lordbroken.wordpress.com/2011/06/22/serba-serbi-manfaat-telur-dan-kandungannya/,,, jD tlur setengah matang ada manfaatnya & ada kekurangannya jk di konsumsi, :) good da

  12. Posted by annisa febrianti on Mei 26, 2012 at 5:37 am

    saya setuju dengan artikel anda, banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi telur setengah matang itu dapat meningkatkan stamina. Ternyata itu hanyalah mitos, Karena dalam kondisi mentah maupun setengah matang, ikatan proteinnya masih begitu kuat. Tubuh sulit memecahnya menjadi asam
    amino sehingga proses untuk mencernanya pun berlangsung amat lambat.
    Makanya telur mentah mampu membuat yang bersangkutan merasa kenyang
    lebih lama. Boleh jadi berawal dari sinilah muncul mitos bahwa
    mengonsumsi telur membuat seseorang merasa lebih kuat beraktivitas,
    termasuk berolahraga.
    Kebiasaan menambahkan madu ternyata memang membantu proses
    pencernaan. Madu mampu membantu telur agar bisa dicerna lebih baik
    oleh tubuh. Akan tetapi orangtua tetap harus memerhatikan masalah
    keamanan pangan. Apalagi saat ini banyak penyakit yang timbul akibat
    bahan makanan yang tidak dimasak hingga matang, dari tifus sampai flu
    burung. Ingat, bakteri yang mungkin ada dalam telur mentah bisa saja
    masuk ke tubuh dan menyebabkan si kecil jatuh sakit. Terlebih jika daya
    tahan tubuhnya sedang buruk.

    http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg212950.html

  13. saya setuju dengan artikel anda,karena jika telur dimasak setengah matang maka akan terdapat bakteri salmonela. Salmonela adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan (Salmonella food poisoning), dapat menyebabkan tifus dan disentri, dengan gejala-gejala seperti mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare. Bakteri ini dapat menyusup ke dalam telur sewaktu telur masih dalam “kandungan”, namun yang paling sering apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Telur mentah atau telur setengah matang, yang biasanya terkandung dalam home-made mayonnaise, fla, beberapa dessert seperti chocolate mousse, tiramisu atau ice cream.
    Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) minimal selama 3.5 menit pada suhu 56.7 derajat Celsius atau 6.2 menit pada suhu 55.5 derajat Celsius untuk putih telur dan 6.2 menit pada suhu 60 derajat Celsius untuk telur utuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya keracunan Salmonella.

  14. Posted by Dian Ratna Sari on Mei 26, 2012 at 7:25 am

    setuju dgn artikel anda,,, jadi Hindari makan telur mentah karena mungkin akan terkontaminasi bakteri salmonella. Kontaminasi salmonella dalam telur bisa terjadi melalui kontaminasi tinja yang mengandung bakteri pada kulit telur, mengkonsumsi telur yang sudah terkontamminasi ini bisa menyebabkan anda diare,kram perut serta demam,

    http://anggylia.blogdetik.com/bahaya-dan-manfaatkah-telur-setengah-matang/

  15. Setuju dengan pernyataan anda, namun menurut referensi yang saya baca.. salmonella dapat mengkontaminasi telur ketika telur masih terdapat pada indung telur ayam. Setelah telur dikeluarkan, kontaminasi telur terjadi karena kebersihan kandang yang kurang. Selain itu, pencucian telur juga dapat mempermudah masuknya bakteri salmonella ke dalam telur. Telur setengah matang, sebaiknya tidak diberikan pada anak kecil dibawah umur satu tahun, karena proses pencernaan pada bayi masih sangat peka. Tp bukan berarti telur setengah matang atau mentah dapat dikonsumsi oleh orang dewasa. Jika telur dalam keadaan kotor, sebaiknya jangan dikonsumsi dalam keadaan mentah. Tetapi Salmonella tidak merupakan masalah (misalnya keadaan telur bersih), maka nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa tidak berbeda.
    sumber:

    http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  16. saya setuju dengan pendapat ayu bahwa tidak semua telur setengah matang itu berbahaya. dan sekarang saya mendapatkan info bahwa telur setengah matang lebih baik daripada telur yang matang. hal ini dikarenakan pada kuning telur terdapat kandungan lesitin yang sangat banyak dan berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol. tapi jika telur diolah sampai matang misal digoreng, justru kadar lesitinnya akan hilang dan meningkatkan kadar kolesterol (bukan hanya telur saja yah tetapi semua makanan yang digoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol). pendapat tadi dikemukaan oleh Dokter Riani S. Budiharsana, N.M.D seorang dokter ahli naturopati (ilmu pengobatan kedokteran yang menghindari pengobatan kimiawi) mengenai penjelasannya bisa dilihat di http://health.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/4097
    dan menurut saya juga, jika kita ingin mengkonsumsi telur setengah matang maka kita harus menyimpan telur tersebut dalam ruangan yang tertutup dan misalnya di kulkas (catatan kulkas kita harus bersih yaah). saya jga berpikir mungkin saja salah satu penyebab telur itu mengandung salmonella karena si peternaknya tidak menjaga kualitas kebersihan kandang sehingga telur terpapar kotoran hewan. jika masih banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi STMJ (seperti komen ditya) bisa dijadikan salah satu bukti bahwa peternak dan pedagang telur di Indonesia sudah cukup baik dalam menjaga kualitas telur (karena mereka tidak ingin rugi juga kan?). Orang2 Jepang juga makanannya masih yang mentah2 yah? nah berarti apa? ada cara tersendiri agar makanan tsb tidak mudah terkontaminasi oleh bakteri..
    oh yah ini juga ada link agar kita tau apakah telur yang kita beli masih bagus atau tidak ,di http://hobimasak.info/resep-cara-menyimpan-telur/

  17. SETUJU,,karena proses pemasakan atau pemanasan dapat meinaktifkan Salmonella sp sehingga tidak memberi dampak negatif dari konsumsi telur tersebut, dan biasanya bakteri tersebut ditimbulkan dari kotoran ayam yang ada di permukaan telur kemudian masuk melalui pori-pori telur untuk itu disarankan untuk membersihkan telur dahulu. Sumber: http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php
    sumber lain: http://bos.fkip.uns.ac.id/pub/ono/pendidikan/materi-kejuruan/pertanian/pengendalian-mutu/penanganan_telur_dan_daging_unggas.pdf

  18. ukhti ratna maruti,coba lihat balasan komentar saya untuk ukhti ditya ambarwati. disitu mungkin sedikit saya jelaskan tentang STMJ (susu, telur, madu dan jahe). itu dugaan saya, terkait sumber yang saya dapatkan ^_^

  19. oke2 syukron ya ukhti ida =)

  20. Wah, terima kasih ya ukhti ayu. tapi, saya sangat tidak setuju dengan pendapat anda “telur setengah matang juga banyak memiliki manfaat, bahkan ada juga yg mengatakan baik untuk di konsumsi”. saya ingin tahu alasannya ni. hee. sedangkan sumber yang anda berikan berisi “Hindari makan Telur Mentah”. wah, bagaimana ini ukhti ayu ?

  21. saya sependapat dengan artikel yang aida sampaikan..
    saya pernah membaca artikel yang mengatakan seperti ini..
    Sekarang, para pakar kesehatan telah menemukan bahwa telur adalah penyebab keracunan makanan pada banyak orang seperti yang dilaporkan oleh Journal of American Medical Association yang diperkuat oleh hasil penelitian Center for Disease Control (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat.

    Dari berbagai kasus yang terjadi di antara Januari 1985 hingga Mei 1987, tim gabungan ahli kesehatan AS memastikan bahwa tingginya tingkat keracunan negara itu banyak disebabkan oleh sekelompok bakteri Salmonella. Dr. W. A. Volk dari fakultas kedokteran University of Virginia dan Dr. M. F. Wheeler dari The State University of New Jersey mengatakan bahwa usus unggas adalah salah satu penyimpan utama bakteri ini.
    bisa dibaca di..http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2011/05/27/telur-setengah-matang-setengah-aman/

  22. super sekali ukhti aninisa febrianti ini ^_^
    benar sekali, itulah mungkin sedikit alasan mengapa masih banyak orang mengkonsumsi telur mentah dengan jamu. sedikit menambahakan saja,kandungan madu terdapat kandungan vitamin C-nya yang tinggi, membuat madu memiliki daya antiseptik atau mengandung antioksidan dan zat anti bakteri. karena adanya kandungan tersebut, mungkin bakteri dalam telur tersebut bisa dicegah.
    thanks ukhti..

  23. Benar sekali ukhti izkar, thanks atas info tambahannya ya ^_^

  24. terima kasih ukhti ninis ^_^
    Tapi kalo Salmonella sampai masuk kedalam tubuh, itu baru masalah ya ukhti, hee

  25. Amazing ukti latifa ^_^
    informasi tambahan yang sangat bagus, mungkin bisa mewakili bebrapa pertanyaan teman-teman tadi
    terima kasih ukhti

  26. yoi aidaaa.. hee..

  27. Benar sekali, ukhti novutri ^_^
    satu bukti, bahwa bakteri Salmonella bisa menyebabkan keracunan
    nice info, thanks ukhti

  28. good good. Mau menambahkan saja ni, salah satu spesies yang dimaksud mungkin adalah salmomella enteritidis. Di Indonesia, S. enteritidis ditemukan pertama
    kali pada tahun 1991 dari ayam yang diperoleh dari rumah potong ayam di Jakarta . Pada pertengahan tahun 1994 infeksi S. enteritidis pada ayam yang terjadi
    secara sporadis mulai sering dilaporka. Dalam kurun waktu 1989-1996, di
    laboratorium Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) telah berhasil mengisolasi S. enteritidis sebanyak 87 isolat . Dalam periode tahun 1996-1999 jumlahnya meningkat
    menjadi 259 isolat. Dalam periode tahun 1999-2003, S. enteritidis diisolasi sebanyak 305 isolat. Dari 53 isolat S. enteritidis telah dilakukan phage typing, diketahui bahwa 2 isolat termasuk phage tipe 2 dan 46 isolat adalah phage tipe 4. Lima isolat berikutnya belum diketahui phage tipenya . S. enteritidis yang ditemukan di Indonesia
    kemungkinan besar berasal dari negara Eropa karena isolat tersebut ditemukan bersamaan dengan masuknya bibit ayam petelur maupun bibit ayam pedaging dari
    luar negeri dan phage tipe yang ditemukan sama yaitu
    phage tipe 4.
    sumber : http://bbalitvet.litbang.deptan.go.id/ind/attachments/152_1.pdf

  29. Terima kasih akhi bayu buat informasi tambahannya ya ^_^

  30. saya cukup tertarik dengan artikel ini sebab saya adalah salah seorang pengidola telur setengah matang hehe.. info tambahan untuk telur ini yakni telur setengah matang ternyata lebih sulit dicerna loh oleh tubuh dibandingkan dengan telur yang matang. hal ini karena protein pd telur mentah belum terurai seperti pada telur yang matang.
    tapi ada hal yg ingin saya tanyakan, bagaimana dengan telur asin? meskipun telur asin dimasak hingga matang namun telur asin disimpan dalam jangka waktu yang lama dan disimpan di tempat yang berabu? apakah telur yang demikian tidak terkontaminasi? :)

  31. waah saya sendiri baru tahu ternyata telur setengah matang ternyata mengandung bakteri Salmonella. sekedar menambahkan untuk ibu hamil yang membutuhkan asupan telur sebagai sumber protein dan vitamin telur tidak boleh dimasak setengah matang, karena dapat mengganggu janin bahkan menyebabkan keracunan pada ibu hamil. http://www.klikdokter.com/kebidanankandungan/read/2011/03/02/319/6-makanan-wajib-untuk-ibu-hamil

  32. Terima kasih ukhti Qumillaila ^_^
    bagaimana dengan telur asin ?
    Telur asin adalah hasil telur yang di awetkan. prinsip pengawetan telur yaitu, pertama mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur (Salmonella). kedua, mencegah keluarnya air dari dalam telur. Teknik mengasinkan telur ini bertujuan untuk memperpanjang masa simpan telur sekaligus menambah cita rasanya.
    Tujuan penambahan garam akan menyebabkan pengeluaran air, gula dan bakteri dari bahan yang akan di awetkan, sehingga bakteri akan terhambat pertumbuhannya, misalnya pada ikan asin dan telur asin.
    jadi, telur asin ini aman untuk d konsumsi mil ^_^
    tapi ingat, Telur asin juga punya masa kadaluwarsa, masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan (30 hari).

    http://repository.upi.edu/operator/upload/s_e0751_045854_chapter2.pdf

  33. infonya bagus aida, terutama untuk ibu hamil sanagat berbahaya mengkonsumsi telur setengah matang ini. hal ini disebabkan adanya bakteri salmonella yang apabila dikonsumsi terus menerus akan keracunan salmonella hingga sakit parah, karena kondisi tubuh yg masih rawan & perubahan hormon.

    http://gusti68.blogspot.com/2008/12/telur-setengah-matang-manfaat-atau

  34. Waduuh sayang sekali ya padahal khasiat telur setengah matang itu dapat meningkatkan vitalitas kerja untuk kerja sepanjang hari.. Ok thx utk informasinya..
    ini cuma tips saja dr saya,, Hindarilah memakan telur yang setengah matang apalagi yang belum dimasak. Usahakanlah agar telur yang hendak dimakan telah direbus mendidih selama paling sedikitnya tujuh menit. Telur adalah sumber protein yang lengkap. Oleh sebab itu, pastikan bahwa telur yang Anda makan tersebut tidak membawa bencana. Jangan lupa bahwa telur yang setengah matang adalah telur yang setengah aman, apalagi telur yang tidak dimasak sama sekali.

    http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2011/05/27/telur-setengah-matang-setengah-aman/

  35. Beberapa Salmonella juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius. S. paratyphi menyebabkan paratifus. S. typhi juga dapat menyebabkan tifus. Telah terdeteksi pula S. typhimurium DT 104 yang resisten terhadap lima antibiotika (ampicilin, chloramphenicol, streptomycin, sulfonamides, dan tetracycline)
    Ada bebarapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keamanan telur selain memasak telur yang akan dikonsumsi, yaitu:
    1. Memilih telur yang bersih dan tidak retak.
    2. mereduksi jumlah mikroba awal yang terdapat pada kulit telur, misalnya dengan mencucinya menggunakan air bersih hangat jika akan disimpan lama.
    3. menyimpan telur di suhu dingin.hal ini untuk menghambat pertumbuhan mikroba yang mungkin mengkontaminasi telur. Karena Salmonella dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu 10˚C, untuk mengurangi resiko perkembangbiakannya, maka penyimpanan pelur baiknya suhu penyimpanan ada di bawa 7,5 ˚C.
    4. Menerapkan cara produksi makanan yang baik.Contoh penanganan yang seharusnya dilakukan adalah mencuci dan mengeringkan tangan sesudah menangani telur, menggunakan peralatan atau tangan yang bersih, dan menjaga agar telur mentah tidak mengkontaminasi telur siap pakan.

    (Sumber: Majalah bulanan Kulinologi Indonesia 07 VOL II/2010)

  36. info bagus sekali yang berawal dari hal sepele,
    salam super,
    sedikt bertanya, dalam artikel saudari hanya menyebutkan bahwa mengkonsumsi telur setengah matang dapat menimbulkan diare.
    apakah konsumen yang biasa mengkonsumsi telur 1/2 matang bisa berakibat kematian ?
    terima kasih
    soalnya saya salah satu penikmat telur 1/2 matang, dan selama saya mengkonsumsi, saya tidak terjadi apa2.

  37. menarik informasi yang anda sampaikan untuk para konsumen telur, tidak termasuk saya. hhe. ok, dari banyak info yang saya dapatkanpun telur setengah matang memang tidak baik, stuju dengan alasan yang anda kemukakan. termasuk paling banyak bakteri jenis Salmonella, Dr. W. A. Volk dari fakultas kedokteran University of Virginia dan Dr. M. F. Wheeler dari The State University of New Jersey mengatakan bahwa usus unggas adalah salah satu penyimpan utama bakteri ini. silahkan baca selengkapnya di http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2011/05/27/telur-setengah-matang-setengah-aman/.
    pada sumber lain disebutkan, bahwa bakteri ini sangat rentan terhadap orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah sangat berisiko tinggi terkena kontaminasi seperti pada anak-anak, orangtua, ibu hamil, orang yang sakit serta orang yang kondisi tubuhnya sedang capek atau lelah. selain itu, Selain bakteri Salmonella tersebut, dalam telur mentah juga terdapat zat avidin. Zat ini mampu mengikat biotin sehingga makanan tidak dapat dicerna, akibatnya membuat kadar biotin dan hemoglobin dalam urin menurun. silahkan klik http://www.infogue.com/viewstory/2009/12/14/bahaya_konsumsi_telur_mentah/?url=http://zonanugera.wordpress.com/2009/12/12/bahaya-konsumsi-telur-mentah/

  38. Posted by rahmitael@yahoo.com on Mei 28, 2012 at 12:02 pm

    Setuju dengan artikel aida, telur setengah matang bisa menyebabkan kita diare, demam, keracunan karena bakteri Salmonella enteritidis, meski, Data statistik secara global menunjukkan hanya ada sekitar 1 dari 30.000 ribu telur yang mengandung bakteri ini. Tapi tidak ada yang tahu telur mana yang terbebas dari bakteri berbahaya ini. Tapi baiknya di masak saja sampai matang. Seperti dikutip dari Healthmad, Jumat (11/12/2009), bakteri Salmonella enteritidis biasanya ditemukan dalam kuning telur, tapi sebagian besar putih telur tidak kebal terhadap bakteri ini.

    http://sehat.bionaturally.net/2009/12/adakah-bahaya-konsumsi-telur-mentah.html

  39. yoopz setuju, tpi slama ni banyak orng mengira lw telur setengah matang itu banyak vitamnny.

  40. Setuju dengan artikelnya aida..
    ada baiknya menghindari produk yang mengandung telur mentah, termasuk milkshake dan adonan kue. Untuk memastikan telur bebas dari bakteri, masaklah di suhu 160 derajat sebelum dikonsumsi.

    http://www.oktomagazine.com/oktolifestyle/health/1788/rahasia.di.balik.telur

  41. Oke, saya akan coba menjawab pertanyaan akhi Alvian
    Tubuh manusia pada dasarnya memiliki ketahanan untuk mereduksi bakteri Salmonella dalam kurun waktu lima sampai tujuh hari (Brands 2005). Namun demikian dalam beberapa kasus, infeksi Salmonella dapat menyebabkan kematian kurang dari rentang waktu itu. Sekitar 50 orang di Inggris meninggal setiap tahunnya akibat bakteri ini. Orang tua, bayi, wanita hamil, dan penderita ketahanan tubuh yang rendah, sangat peka terhadap infeksi Salmonella.

    http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/49992/B11nwo_BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf?sequence=6

    Mungkin akhi memiliki daya ketahanan tubuh yang cukup saat mengkonsumsi telur tersebut.
    Pada kasus ini, bakteri Salmonella juga bisa menyebabkan kematian. salah satunya penyakit samonellosis, dimana biasanya mengeluarkan banyak cairan karena diare dan muntah-muntah. Disisi lain nafsu makan dan minumpun menurun drastis karena sensasi rasa mual. Kekurangan cairan yang berlebihan inilah yang menjadi slah satu penyebab kematian.

    http://www.anneahira.com/bakteri-salmonella.htm

  42. Assalamu’alaykum… setuju dengan artikel diatas, secara ilmiah memang banyak makanan yang tidak baik ketika dimakan dalam keadaan tidak matang. karna memang, ketika dalam makanan setengah matang banyak mikroorganisme yg belum mati seutuhnya. seperti diketahui bahwa bakteri terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan suhu tempat bakterinya hidup.
    *Sesuai buku mikrobiologi.

  43. Posted by Anonymous on Mei 29, 2012 at 12:54 pm

    setuju,karena telur setengah matang dikhwatirkan terkontaminasi oleh bakteri salmonella,dari proses pencucian yg kurang bersih. Bakteri salmonella bisa mati setelah dipanaskan pada suhu tertentu.Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan ( Salmonella Food poisoning ), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare.

    Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadi adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).

    Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 o C atau 6,2 menit pada suhu 55,50 o C untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 o C untuk telur utuh (campuran putih telur dan kuning telur).

    http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  44. Posted by Anonymous on Mei 29, 2012 at 1:01 pm

    setuju,karena telur setengah matang dikhwatirkan terkontaminasi oleh bakteri salmonella,dari proses pencucian yg kurang bersih. Bakteri salmonella bisa mati setelah dipanaskan pada suhu tertentu.Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan ( Salmonella Food poisoning ), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare.

    Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadi adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).

    Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 o C atau 6,2 menit pada suhu 55,50 o C untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 o C untuk telur utuh (campuran putih telur dan kuning telur).

    http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  45. maav, yang koment di atas Mariam Nurfadilah

  46. setuju,karena telur setengah matang dikhwatirkan terkontaminasi oleh bakteri salmonella,dari proses pencucian yg kurang bersih. Bakteri salmonella bisa mati setelah dipanaskan pada suhu tertentu.Salmonella adalah suatu bakteri yang dapat menimbulkan keracunan ( Salmonella Food poisoning ), dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, kedinginan, demam, dan diare.

    Bakteri ini dapat mengkontaminasi telur sewaktu masih dalam indung telur ayam, tetapi yang paling sering terjadi adalah setelah telur dikeluarkan, terutama apabila kebersihan kandang dan lingkungan kurang diperhatikan. Pencucian telur dapat mempertinggi resiko masuknya bakteri ke dalam telur, karena itu sebaiknya dipilih telur yang bersih (tidak terkena kotoran ayam).

    Salmonella dapat diinaktifkan dengan pemanasan. Untuk menghindari terjadinya keracunan oleh Salmonella, Departemen Pertanian Amerika serikat (USDA) mengharuskan melakukan pemanasan (pasteurisasi) selama 3,5 menit pada suhu 56,70 o C atau 6,2 menit pada suhu 55,50 o C untuk putih telur, atau 6,2 menit pada suhu 60 o C untuk telur utuh (campuran putih telur dan kuning telur).

    http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  47. setuju dengan artikelnya, hanya ingin menambahkan , mungkin telur setengah matang tidak hanya bisa mengandung salmonella sp tapi bahkan virus H5N1 pun bisa ada di dalam sana http://dreamfile.wordpress.com/2012/03/09/flu-burung-gejala-cara-penularan-pencegahan-dan-pengobatannya/

  48. WAW saudaraku yang se iman dan se islam..he..he..lebay.com.
    artikelnya bagus banget nih menambh wawasan untuk saya, soalnya sebelumnya saya tidak tau bahwa mengkonsumsi telur setengan mateng nih lebih banyak berbhayanya dari pada manfaatnya, saya pikir dulumah iya2 za kalau mengkonsumsi telur setengah mateng banyak manfaatnya, ternyata ada mudhorotnya juga ukhtyyyy..
    saya setuju dengan ukhtyyyyyyy aida yang menyatakan bahwa Untuk mencegah salmonella, sebaiknya jangan mengkonsumsi telur dalam keadaan mentah atau
    setengah matang. iya bner bangt soalnya saya juga kadang2 kalu habis makan telur setengah mateng suka mules gutu!!
    menurut artikel yang saya baca juga bahwa memang sich telur matang lebih baik daripada setengah matang karena telur matang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Proteinnya telah terdenaturasi & ikatannya menjadi longgar shg memudahkan enzim pencernaan utk memecahnya menjadi bagian2 kecil yg mudah diserap tubuh. Sedangkan pada telur mentah atau setengah matang biotin yg berfungsi mengendalikan metabolisme protein dlm tubuh masih diikat oleh avidin shg tdk mudah dicerna tubuh (tempinogaulz.com). Pada ibu hamil, telur tdk matang dpt menyebabkan keracunan salmonella hingga sakit parah, karena kondisi tubuh yg masih rawan & perubahan hormon (id.88db.com/id/knowledge, 15 Nov 2008). Selain itu, telur juga dpt menyebabkan alergi. Ini akibat dari protein dlm telur merangsang reaksi sistem immun secara berlebihan shg menghasilkan antibodi utk melawan protein pd telur yg sebenarnya tdk berbahaya. Gejala alergi yg timbul dpt berupa gatal pd kulit, mules, diare, mual, muntah, hidung meler, mata berair, sesak & batuk.

    http://gusti68.blogspot.com/2008/12/telur-setengah-matang-manfaat-atau.html

  49. Wah ukhti aida, saya baru mengetahui bahwa pada telur setengah matang terdapat bakteri salmonella di dalamnya, dan resiko mengkonsumsi telur setengah matang lebih banyak dibandingkan dengan telur matang, padahal saya termasuk orang yang sangat menyukai telur setengah matang da…hmmm
    Dan ternyata Telur matang lebih baik daripada setengah matang karena telur matang lebih mudah dicerna oleh tubuh. Proteinnya telah terdenaturasi & ikatannya menjadi longgar shg memudahkan enzim pencernaan utk memecahnya menjadi bagian2 kecil yg mudah diserap tubuh. Sedangkan pada telur mentah atau setengah matang biotin yg berfungsi mengendalikan metabolisme protein dlm tubuh masih diikat oleh avidin shg tdk mudah dicerna tubuh.
    makasih yah da atas infonya..:)

  50. artikelnya bagus,, saya sependapat dengan sdri aida Meskipun telah dibuktikan bahwa ovomukoid tidak berpengaruh pada tripsin manusia, namun nampaknya proses pencernaan bayi dan anak kecil lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. Jadi sebaiknya telur mentah tidak diberikan pada bayi dan anak-anak, bahkan bagi anak yang berumur kurang dari satu tahun sebaiknya diberikan telur rebus, bukan telur setengah matang.
    Untuk menhindari terjadinya keracunan Salmonella, bila telur yang akan dikonsumsi dalam keadaan kotor lebih baik tidak dikonsumsi dalam keadaan mentah, walaupun telur itu ditujukan untuk orang dewasa.
    Tetapi bula Salmonella tidak merupakan masalah (misalnya keadaan telur bersih), maka nilai gizi telur mentah, setengah matang maupun rebus, bagi orang dewasa tidak berbeda.
    Masalah lain yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi telur bagi orang dewasa (terutama yang berumur 40 tahun atau lebih, atau yang mempunyai kecenderungan mengidap penyakit jantung koroner)adalah kandungan kolesterol yang terdapat dalam kuning telur.
    sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telur.php

  51. Ya, seperti itulah kenyataanya akhi musliyadi ^_^
    Kita sebagai mahasiswa yang sudah kenal dengan dunia mikroba, bukan tidak mungkin lagi mengetahui alasan semua bahaya karena bakteri yang ada disekitar kita.

  52. telur setengah matang tidak baik dikonsumsi ada benarnya juga karena terdapatnya bakteri Salmonella thyposa yang dapat menyebabkan konsumer menderita tipes dan bisa menyebabkan penyakit toxoplasma. Untuk telur yang terkontaminasi feses ternak alangkah baiknya dibersihkan dulu dengan air hangat kemudian telur disimpan dalam kulkas agar terjaga dari kuman-kuman tapi kulkas juga harus bersih. lalu masaklah telur sampai matang.
    Sumber:

    http://www.bayisehat.com/immunization-mainmenu-36/752-mengurangi-dan-mencegah-toksoplasma.html

    http://www.dokterumum.net/tag/sederet-makanan

  53. mengerikan sekali ya… padahal fanny suka bngt telur stgh mateng jdi miki3 bberpa kali utk makan itu lgi. dan parahnya brdsrkan sumber yg fny dpt dampak mngkonsumsi tlur 1/2 matang lbih berisko pd ibu hami,
    Hindari memakan makanan tidak matang atau setengah matang. Virus atau parasit penyebab TORCH bisa terdapat pada makanan dan tidak akan mati apabila makanan tidak dimasak sampai matang. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, selalu konsumsi makanan matang dalam keseharian Anda.

    http://pondokibu.com/6314/bahaya-penyakit-torch-pada-kehamilan/

  54. aida tapi rista suka makan telur setengah matang loh,katanya karena kandungan gizi lbh bnyak.tapi setelah bertahun-tahun kesehatan rista baik-baik aja..bisa di jelaskan?apa emang kita ga boleh makan telur setengah matang sama sekali?ada solusi lain ga?

  55. Ukhti rista, bisa dilihat komentar saya seperti yang sudah saya jelaskan pada akhi alvian ^_^

  56. Posted by Ferry sadar on September 26, 2012 at 3:11 pm

    Katanya telur setengah matang itu sebagai obat tambah darah,,
    Tapi mengapa tidak boleh dikonsumsi . ?

  57. menurut saya dicuci sampai bersih dulu itu telur ayam kampung yang asli. setelah itu terserah mau dimasak atau dimakan mentah, karena memang benar telur ayam kampung yg asli itu memang banyak manfaat kesehatannya bagi tubuh kita mulai dari nenek moyang kita. tp jgn lupa sblum makannya baca BIsmillah dahulu. Apalagi campur sama madu asli. Allah ciptakan makanan yg halal adalah untuk kesehatan tubuh kita,seperti termasuk telur ayam kampung asli.

  58. Posted by Anonymous on Oktober 26, 2012 at 1:02 pm

    maturnuwun sanget infonipun

  59. Posted by Anonymous on November 3, 2012 at 10:52 pm

    @Ferry sadar diatas mungkin sudah saya jelaskan, mengapa telur mentah tidak baik di konsumsi.

  60. Posted by Anonymous on April 11, 2013 at 3:53 am

    bagaimana untuk orng yang sedang dalam kegiatan pembentukan otot ?

  61. Tapi selama tidak berlebihan, saya rasa tidak akan masalah …

    http:\\rahasiadiabetes.blogspot.com

  62. Posted by Anonymous on Desember 20, 2013 at 6:22 pm

    Thank

  63. Almost all of what you claim is astonishingly accurate and it makes me ponder why I hadn’t looked at this with this light previously. This piece truly did turn the light on for me as far as this subject goes. Nevertheless there is just one factor I am not too comfortable with so whilst I try to reconcile that with the central theme of the issue, permit me see just what all the rest of your visitors have to say.Nicely done.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: